Cerpen...ya, cerita pendek. Bagi gw
cerpen bukanlah sekedar cerita pendek tapi cerita yang tidak pernah selesai. Cerita
yang telah gw tinggalkan selama 8,5
tahun, cerita yang sejak duduk di kelas 2 SMP hingga lulus kuliah. Dulu waktu tes IQ 3 kali dari SMP sampai SMA
semuanya menunjukkan arah minat yang sama yaitu Literary atau pekerjaan yang
berhubungan dengan membaca dan menulis. Padahal kuliah gw saja keguruan jauh
banget dengan hasil tes IQ-nya. Dulu sempat bercita-cita jadi wartawan tapi
mengingat kepribadian yang sedikit pendiam atau bahkan lebih banyak diamnya
dari pada ngomongnya serta biaya kuliah jurnalistik luar biasa mahalnya. Gw
mengurungkan niat tersebut dan akhirnya terdamparlah gw di PLB FIP UNJ. Entahlah gw juga bingung kenapa pas UMB gw
milih itu.
Apa saja sebenarnya yang kulakukan
selama ini? sampai-sampai aku bisa meninggalkanmu begitu saja (ciehhh... bahasanya).
Padahal selama ini gue mengalami banyak hal. Gue merasakan manis, pahit, asin,
dan sepetnya hari-hari gw selama remaja hingga beranjak dewasa. Bagaimana
kehidupan percintaan gw? Ok tema itu sering dijadikan cerpen tetapi dalam kasus
gue tak pernah sekalipun aku tuangkan dalam cerpen karena kehidupan percintaan
gw sedikit ironis.
Gw jadi ingat kehidupan percintaan gw
pada saat SMA dengan seseorang yang sudah mengagumi gw sejak gw menjadi anak
baru di SMP yang menyenangkan lalu berubah menjadi menyedihkan. Lalu ketika
kuliah bagaimana sedihnya ketika orang yang kau cintai tidak bisa kau miliki
sepenuhnya ataukah seberapa tersiksanya ketika bersama seseorang yang sebenarnya
tidak kita cintai. Gw pun gak pernah menceritakan semua ini ke temen-teman gw
karena berbagai alasan. Mungkin kalau gw menceritakan semua kisah ini bakalan
jadi novel kali yeee (ngarep).
Selama masa-masa itu gw ngerasa kosong
di hati, yang gw sendiri juga bingung ini sebenarnya ada apa sih, jomblo kaga, ibadah
alhamdulillah dijalankan semua tapi hati masih merasa kosong, kehidupan baik-baik
aja. Sampai sekitar setahun yang lalu gw di add temen SMP lewat Facebook
namanya Rina dan dia bilang katanya kangen sama cerpen yang gw bikin.. Sebenarnya
dulu ketika SMA gw pernah seangkot sama Rina ketika pulang sekolah dan dia
bilang pengen banget baca cerpen bikinan gw. Rina adalah orang yang selalu
menunggu cerpen bikinan gw. Sewaktu naik kelas 2 gw pindah dari SMP 68 Jakarta
ke SMPN 10 Depok karena gw sekeluarga pindah rumah ke Depok. Sebagai anak baru
yang masih beradaptasi dan mencari teman-teman baru gw senang sekali ketika ia
berkomentar positif karya gw dan ternyata teman-teman sekelas gw pun
berpendapat sama dengan si Rina. Setelah itu gw mulai mencari-cari buku
kumpulan cerpen yang gw buat ketika kelas 2 SMP tapi gak ketemu, sepertinya
sudah dikasih tukang beling atau warung deket rumah gw buat bungkus cabe.
Putus asa nyari si buku cerpen gw mulai
memutuskan untuk membuat lagi cerpen. Oke inilah saatnya gw mulai menulis
cerpen lagi. Gw mulai buka si Kcrood (baca: kacrud) laptop semata wayang yang
sangat dijaga kesehatannya karena kalau dia mulai sakit dan tewas entahlah gw
harus ngepet kemana lagi buat beli laptop baru. Satu kata, dua kata, satu kalimat, dua kalimat,
tiga kalimat, satu paragraf, 2 paragraf, 3 paragraf. Oh...tidak kata-katanya
gak nyambung. Lalu gw mulai menghapus kata-kata tersebut dan gw mencoba untuk
menulis lagi namun ternyata otak gw mendadak buntu bingung harus nulis apa.
Gw kalut, gw hapus semua kata-kata,
kalimat, dan paragraf yang sudah gw ketik, gw mulai menyalahkan diri sendiri
dan merasa sangat bodoh. Tanpa sadar air mata sudah sampai di pelupuk mata dan
mulai mengalir deras. Gw shutdown si Kcrood dan beralih ke meja belajar
yang penuh dengan tumpukan kertas bekas waktu gw skripsi. Gw memperhatikan
kertas itu ingat masa-masa ketika skripsi, lalu gw membalik kertas tersebut
yang masih kosong, langsung gw ambil pulpen dan mulai menulis apa yang ada
dalam pikiran. Kata demi kata, kalimat demi kalimat, paragraf demi paragraf. Tangan
gw mengalun dengan lancar sekali menyalin isi otak gw yang penuh dengan ide. Sehingga
jadilah 1 cerpen yang berjudul Light Haters.
note: kisah ini dipersembahkan buat Rina sang inspirator gw
note: kisah ini dipersembahkan buat Rina sang inspirator gw
Tidak ada komentar:
Posting Komentar