Sabtu, 30 Maret 2013

Aku, Rina, dan Cerpen



        Cerpen...ya, cerita pendek. Bagi gw cerpen bukanlah sekedar cerita pendek tapi cerita yang tidak pernah selesai. Cerita yang telah  gw tinggalkan selama 8,5 tahun, cerita yang sejak duduk di kelas 2 SMP hingga lulus kuliah.  Dulu waktu tes IQ 3 kali dari SMP sampai SMA semuanya menunjukkan arah minat yang sama yaitu Literary atau pekerjaan yang berhubungan dengan membaca dan menulis. Padahal kuliah gw saja keguruan jauh banget dengan hasil tes IQ-nya. Dulu sempat bercita-cita jadi wartawan tapi mengingat kepribadian yang sedikit pendiam atau bahkan lebih banyak diamnya dari pada ngomongnya serta biaya kuliah jurnalistik luar biasa mahalnya. Gw mengurungkan niat tersebut dan akhirnya terdamparlah gw di PLB FIP UNJ. Entahlah gw juga bingung kenapa pas UMB gw milih itu.
         Apa saja sebenarnya yang kulakukan selama ini? sampai-sampai aku bisa meninggalkanmu begitu saja (ciehhh... bahasanya). Padahal selama ini gue mengalami banyak hal. Gue merasakan manis, pahit, asin, dan sepetnya hari-hari gw selama remaja hingga beranjak dewasa. Bagaimana kehidupan percintaan gw? Ok tema itu sering dijadikan cerpen tetapi dalam kasus gue tak pernah sekalipun aku tuangkan dalam cerpen karena kehidupan percintaan gw sedikit ironis.
         Gw jadi ingat kehidupan percintaan gw pada saat SMA dengan seseorang yang sudah mengagumi gw sejak gw menjadi anak baru di SMP yang menyenangkan lalu berubah menjadi menyedihkan. Lalu ketika kuliah bagaimana sedihnya ketika orang yang kau cintai tidak bisa kau miliki sepenuhnya ataukah seberapa tersiksanya ketika bersama seseorang yang sebenarnya tidak kita cintai. Gw pun gak pernah menceritakan semua ini ke temen-teman gw karena berbagai alasan. Mungkin kalau gw menceritakan semua kisah ini bakalan jadi novel kali yeee (ngarep).
         Selama masa-masa itu gw ngerasa kosong di hati, yang gw sendiri juga bingung ini sebenarnya ada apa sih, jomblo kaga, ibadah alhamdulillah dijalankan semua tapi hati masih merasa kosong, kehidupan baik-baik aja. Sampai sekitar setahun yang lalu gw di add temen SMP lewat Facebook namanya Rina dan dia bilang katanya kangen sama cerpen yang gw bikin.. Sebenarnya dulu ketika SMA gw pernah seangkot sama Rina ketika pulang sekolah dan dia bilang pengen banget baca cerpen bikinan gw. Rina adalah orang yang selalu menunggu cerpen bikinan gw. Sewaktu naik kelas 2 gw pindah dari SMP 68 Jakarta ke SMPN 10 Depok karena gw sekeluarga pindah rumah ke Depok. Sebagai anak baru yang masih beradaptasi dan mencari teman-teman baru gw senang sekali ketika ia berkomentar positif karya gw dan ternyata teman-teman sekelas gw pun berpendapat sama dengan si Rina. Setelah itu gw mulai mencari-cari buku kumpulan cerpen yang gw buat ketika kelas 2 SMP tapi gak ketemu, sepertinya sudah dikasih tukang beling atau warung deket rumah gw buat bungkus cabe.
         Putus asa nyari si buku cerpen gw mulai memutuskan untuk membuat lagi cerpen. Oke inilah saatnya gw mulai menulis cerpen lagi. Gw mulai buka si Kcrood (baca: kacrud) laptop semata wayang yang sangat dijaga kesehatannya karena kalau dia mulai sakit dan tewas entahlah gw harus ngepet kemana lagi buat beli laptop baru. Satu kata, dua kata, satu kalimat, dua kalimat, tiga kalimat, satu paragraf, 2 paragraf, 3 paragraf. Oh...tidak kata-katanya gak nyambung. Lalu gw mulai menghapus kata-kata tersebut dan gw mencoba untuk menulis lagi namun ternyata otak gw mendadak buntu bingung harus nulis apa.
         Gw kalut, gw hapus semua kata-kata, kalimat, dan paragraf yang sudah gw ketik, gw mulai menyalahkan diri sendiri dan merasa sangat bodoh. Tanpa sadar air mata sudah sampai di pelupuk mata dan mulai mengalir deras. Gw shutdown si Kcrood dan beralih ke meja belajar yang penuh dengan tumpukan kertas bekas waktu gw skripsi. Gw memperhatikan kertas itu ingat masa-masa ketika skripsi, lalu gw membalik kertas tersebut yang masih kosong, langsung gw ambil pulpen dan mulai menulis apa yang ada dalam pikiran. Kata demi kata, kalimat demi kalimat, paragraf demi paragraf. Tangan gw mengalun dengan lancar sekali menyalin isi otak gw yang penuh dengan ide. Sehingga jadilah 1 cerpen yang berjudul Light Haters.



note: kisah ini  dipersembahkan buat Rina sang inspirator gw

Tidak ada komentar:

Posting Komentar