Sabtu, 30 Maret 2013

UMB Ajaib



         Ketika pulang dari kampus ketika ambil undangan wisuda gw sempat seangkot sama anak SMA sepertinya ia kelas XII atau kelas 3 SMA yang baru habis pulang bimbel karena mereka membahas renacana mereka untuk kuliah dimana dan memilih jurusan apa. Siswa A bilang ingin masuk jurusan hukum di UI karena dekat dari rumah dan siswa B ingin masuk STAN. Gw jadi ingat ketika zaman SMA yang mana cita-cita gw untuk menjadi wartawan harus gw kubur dalam-dalam karena sekolah yang mahal dan kepribadian gw yang tidak cocok berkecimpung dalam bidang ini. Hingga akhirnya ada tetangga gw namanya Henny namun gw biasa memanggilnya tante Henny karena dia 10 tahun lebih tua dari gw.
         Tante henny berprofesi sebagai guru bahasa Inggris di sebuah sekolah swasta dan ia juga membuka kursus dirumah dengan harga yang sangat-sangat miring jauh dari lembaga-lembaga bahasa yang bertebaran dimana-mana. Dia berjasa sekali dalam pembelajaran bahasa Inggris hingga suatu ketika disekolah guru bahasa Inggris memberikan gw hadiah berupa majalah berbahasa Inggris karena nilai  ulangan bahasa Inggris gw paling tinggi, dan sejak saat itu gw beralih cita-cita ingin menjadi seorang guru bahasa inggris.
         Setelah UAN kami mempersiapkan untuk ujian masuk perguruan tinggi dan jalur pertama yang gw daftar adalah UMB (Ujian Masuk Bersama) yang pada saat itu tahaun 2008 hanya diikuti oleh 5 universitas yaitu, UI, UIN, UNJ, UNHAS, dan USU.  Pendaftarannya dilakukan secara kolektif dari sekolah sehingga gw gak perlu repot-repot ngurus sana-sini. Teman-teman gw semua bercita-cita untuk masuk UI selain dekat, siapa sih yang tidak tahu UI? Salah satu universitas terbaik di Indonesia yang sudah melahirkan banyak orang hebat dan berprestasi baik dalam maupun luar negeri. Tetapi gw tidak merencanakan masuk UI dengan beberapa alasan selain otak gw gak nyampe karena passing grade yang tinggi, gw juga harus dihadapkan dengan kondisi keuangan keluarga gw yang gak akan kuat ditambah gw masih punya 2 adik yang masih sekolah.
         Akhirnya ketika dihadapkan pada sebuah formulir UMB gw diberikan 3 pilihan universitas serta jurusan yang gw inginkan karena pada saat itu gw mengambil IPC. Pilihan pertama gw jatuhkan pada Pendidikan Bahasa Inggris di UNJ karena menurut tante Henny disana paling bagus dan dulu ia tes disana tapi gak tembus. Lalu pilihan kedua gw jatuhkan di UIN Syarif Hidayatullah tetapi gw lupa milih jurusan apa yang pasti itu berhubungan dengan arsitek pertamanan. Tiba pada pilihan ketiga, inilah saat-saat paling galau dalam hal masa depan. Gw gak punya rencana milih jurusan apa lagi gw cuma bisa membolak-balikkan kertas yang isinya daftar jurusan beserta kode kelima universitas tersebut. Lalu teman gw Yel bilang ” Gie lo milih Pendidikan Luar Biasa aja, gw mau milih itu tapi gak boleh sama bokap gw.” lalu temen gw Yuyun setuju dengan usulnya ”Iya nggie, gw juga milih itu coba aja lumayan siapa tahu tembus.” Setelah mempertimbangkan saran mereka berdua yang menurut gw ada bagusnya maka gw menjatuhkan pilihan ketiga gw ke Pendidikan Luar Biasa UNJ.
         Sehari sebelum tes kami survei tempat terlebih dahulu. gw bersyukur karena mendapat tempat tes yang dekat yaitu FMIPA UI dengan Yel. Selain kami semua teman-teman dapat tempat di daerah Salemba. Yah setidaknya merasakan 2 hari suasana di UI tanpa harus jadi mahasiswa.  Gw, yel, dan teman gw 6 orang anak IPS janjian disekolah lalu bersama-sama berangkat ke UI dengan masih menggunakan seragam SMA. Kami turun di Kober atau gang kecil yang tembus stasiun UI dan fakultas Hukum. Setelah sampai stasiun UI kami naik bis kuning atau kami menyebutnya dengan bikun untuk berkeliling ke fakultas lainnya karena bangkunya penuh maka terpaksa kami berdiri.
         5 menit pertama didalam bis semuanya berjalan seperti biasanya kami mengobrol tentang lokasi mana yang akan kami kunjungi terlebih dahulu namun setelah itu sang supir bikun tiba-tiba nge-rem mendadak. Kami semua yang tidak siap lepas pegangan dan jatuh menimpa mahasiswa dan mahasiswi UI yang duduk dihadapan kami. Pada saat itu juga kami langsung meminta maaf dan alhamdulillah permintaan maaf kami diterima tapi malunya itu lho rasanya pengen garuk-garuk aspal dan muka pengen gw tutup pake baskom.
         Singkat cerita tiba saatnya pengumuman UMB, gw dan nyokap segera menuju warnet langganan gw untuk melihat pengumuman secara online. Sebenarnya di koran juga akan diumumkan keesokan harinya tapi karena gw orangnya gak sabaran sehabis maghrib gw langsung cap cus kewarnet didampingi nyokap selain gw gak bisa bawa motor setidaknya ada orang yang akan menyadarkan gw kalo tiba-tiba kejang atau pingsan (lebay). Gw buka websitenya, gw masukin nomor pesertanya lalu muncullah tulisan SELAMAT ANDA DITERIMA DI 01628 (angka-angka ini hanya karangan karena gw lupa kodenya hehe :p).
         Gw senangnya bukan main karena UMB gw tembus. Gw berkata sambil meluk nyokap. ”Ma tembus ma, UMB-nya tembus. Tapi itu jurusan apa ya?” gw langsung sms teman gw Rissa untuk minta dia ngecek kodenya. Gak berapa lama dia bales. ”Pendidikan Luar Biasa, nggi.” WHAT !!! Jerit gw dalam hati. Buset dah jurusan yang gw pilih paling bontot dan gak diharapkan malah tembus. Gw langsung sms seseorang yang pada saat itu mengisi hati gw dan ia menyemangati kalau gw pasti bisa melewatinya dan bidang itu sebagai tabungan pahala untuk gw. Ada sedikit kelegaan dihhati namun pada saat itu gw masih agak gimana gitu dengan orang disabilitas namun semuanya berubah ketika gw berada di jurusan ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar