Ketika pulang dari kampus ketika ambil undangan
wisuda gw sempat seangkot sama anak SMA sepertinya ia kelas XII atau kelas 3
SMA yang baru habis pulang bimbel karena mereka membahas renacana mereka untuk
kuliah dimana dan memilih jurusan apa. Siswa A bilang ingin masuk jurusan hukum
di UI karena dekat dari rumah dan siswa B ingin masuk STAN. Gw jadi ingat
ketika zaman SMA yang mana cita-cita gw untuk menjadi wartawan harus gw kubur
dalam-dalam karena sekolah yang mahal dan kepribadian gw yang tidak cocok
berkecimpung dalam bidang ini. Hingga akhirnya ada tetangga gw namanya Henny
namun gw biasa memanggilnya tante Henny karena dia 10 tahun lebih tua dari gw.
Tante henny berprofesi sebagai guru
bahasa Inggris di sebuah sekolah swasta dan ia juga membuka kursus dirumah
dengan harga yang sangat-sangat miring jauh dari lembaga-lembaga bahasa yang
bertebaran dimana-mana. Dia berjasa sekali dalam pembelajaran bahasa Inggris hingga
suatu ketika disekolah guru bahasa Inggris memberikan gw hadiah berupa majalah berbahasa
Inggris karena nilai ulangan bahasa Inggris
gw paling tinggi, dan sejak saat itu gw beralih cita-cita ingin menjadi seorang
guru bahasa inggris.
Setelah UAN kami mempersiapkan untuk ujian
masuk perguruan tinggi dan jalur pertama yang gw daftar adalah UMB (Ujian Masuk
Bersama) yang pada saat itu tahaun 2008 hanya diikuti oleh 5 universitas yaitu,
UI, UIN, UNJ, UNHAS, dan USU. Pendaftarannya
dilakukan secara kolektif dari sekolah sehingga gw gak perlu repot-repot ngurus
sana-sini. Teman-teman gw semua bercita-cita untuk masuk UI selain dekat, siapa
sih yang tidak tahu UI? Salah satu universitas terbaik di Indonesia yang sudah
melahirkan banyak orang hebat dan berprestasi baik dalam maupun luar negeri. Tetapi
gw tidak merencanakan masuk UI dengan beberapa alasan selain otak gw gak nyampe
karena passing grade yang tinggi, gw juga harus dihadapkan dengan kondisi
keuangan keluarga gw yang gak akan kuat ditambah gw masih punya 2 adik yang
masih sekolah.
Akhirnya ketika dihadapkan pada sebuah
formulir UMB gw diberikan 3 pilihan universitas serta jurusan yang gw inginkan
karena pada saat itu gw mengambil IPC. Pilihan pertama gw jatuhkan pada
Pendidikan Bahasa Inggris di UNJ karena menurut tante Henny disana paling bagus
dan dulu ia tes disana tapi gak tembus. Lalu pilihan kedua gw jatuhkan di UIN
Syarif Hidayatullah tetapi gw lupa milih jurusan apa yang pasti itu berhubungan
dengan arsitek pertamanan. Tiba pada pilihan ketiga, inilah saat-saat paling
galau dalam hal masa depan. Gw gak punya rencana milih jurusan apa lagi gw cuma
bisa membolak-balikkan kertas yang isinya daftar jurusan beserta kode kelima
universitas tersebut. Lalu teman gw Yel bilang ” Gie lo milih Pendidikan Luar
Biasa aja, gw mau milih itu tapi gak boleh sama bokap gw.” lalu temen gw Yuyun
setuju dengan usulnya ”Iya nggie, gw juga milih itu coba aja lumayan siapa tahu
tembus.” Setelah mempertimbangkan saran mereka berdua yang menurut gw ada
bagusnya maka gw menjatuhkan pilihan ketiga gw ke Pendidikan Luar Biasa UNJ.
Sehari sebelum tes kami survei tempat
terlebih dahulu. gw bersyukur karena mendapat tempat tes yang dekat yaitu FMIPA
UI dengan Yel. Selain kami semua teman-teman dapat tempat di daerah Salemba. Yah
setidaknya merasakan 2 hari suasana di UI tanpa harus jadi mahasiswa. Gw, yel, dan teman gw 6 orang anak IPS janjian
disekolah lalu bersama-sama berangkat ke UI dengan masih menggunakan seragam
SMA. Kami turun di Kober atau gang kecil yang tembus stasiun UI dan fakultas Hukum.
Setelah sampai stasiun UI kami naik bis kuning atau kami menyebutnya dengan
bikun untuk berkeliling ke fakultas lainnya karena bangkunya penuh maka
terpaksa kami berdiri.
5 menit pertama didalam bis semuanya
berjalan seperti biasanya kami mengobrol tentang lokasi mana yang akan kami
kunjungi terlebih dahulu namun setelah itu sang supir bikun tiba-tiba nge-rem
mendadak. Kami semua yang tidak siap lepas pegangan dan jatuh menimpa mahasiswa
dan mahasiswi UI yang duduk dihadapan kami. Pada saat itu juga kami langsung
meminta maaf dan alhamdulillah permintaan maaf kami diterima tapi malunya itu
lho rasanya pengen garuk-garuk aspal dan muka pengen gw tutup pake baskom.
Singkat cerita tiba saatnya pengumuman
UMB, gw dan nyokap segera menuju warnet langganan gw untuk melihat pengumuman
secara online. Sebenarnya di koran juga akan diumumkan keesokan harinya tapi
karena gw orangnya gak sabaran sehabis maghrib gw langsung cap cus kewarnet
didampingi nyokap selain gw gak bisa bawa motor setidaknya ada orang yang akan
menyadarkan gw kalo tiba-tiba kejang atau pingsan (lebay). Gw buka websitenya,
gw masukin nomor pesertanya lalu muncullah tulisan SELAMAT ANDA DITERIMA DI
01628 (angka-angka ini hanya karangan karena gw lupa kodenya hehe :p).
Gw senangnya bukan main karena UMB gw
tembus. Gw berkata sambil meluk nyokap. ”Ma tembus ma, UMB-nya tembus. Tapi itu
jurusan apa ya?” gw langsung sms teman gw Rissa untuk minta dia ngecek kodenya.
Gak berapa lama dia bales. ”Pendidikan
Luar Biasa, nggi.” WHAT !!! Jerit gw dalam hati. Buset dah jurusan yang gw
pilih paling bontot dan gak diharapkan malah tembus. Gw langsung sms seseorang
yang pada saat itu mengisi hati gw dan ia menyemangati kalau gw pasti bisa
melewatinya dan bidang itu sebagai tabungan pahala untuk gw. Ada sedikit
kelegaan dihhati namun pada saat itu gw masih agak gimana gitu dengan orang
disabilitas namun semuanya berubah ketika gw berada di jurusan ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar